Meski Imbang, Marcus Rashford Tetap Kecewa Pada Performa Timnya Melawan Liverpool

Meskipun sesungguhnya Manchester United berhasil untuk menahan imbang Liverpool pada lanjutan pekan ke-9 Premiere League, akan tetapi pencetak gol MU yaitu Marcus Rashford tetap memberikan kritik pada penampilan timnya kemarin. Rashford menyebutkan jika permainan timnya mulai kendor pada babak kedua sehingga mereka pun tidak berhasil mempertahankan kemenangan atau bahkan menambah golnya hingga berhasil untuk mengalahkan Liverpool.

Marcus Rashford Cukup Kecewa Dengan Performa Timnya Kontra Liverpool

Di pekan ke-9 yang kemarin, Manchester United berhasil memberikan kejutan besar. Dengan performanya saat ini yang terbilang buruk, justru United pun berhasil untuk menekan Liverpool yang bertandang ke Old Trafford. Bahkan yang mengejutkan lagi adalah The Red Devils lebih dulu yang mencetak gol di babak pertama melalui salah satu penyerangnya yaitu Marcus Rashford. Pada babak yang kedua, sayangnya sifat ofensif mereka pun berubah dan justru menurun bahkan terlihat bertahan.

Lima menit sebelum pertandingan berakhir, petaka pun muncul ketika Adam Lallana yang masuk sebagai pemain cadangan pun berhasil mengoyak gawang David De Gea dan menyamakan kedudukan dengan MU. Akibatnya, Setan Merah pun tidak jadi merasakan kemenangan yang berharga menghadapi sang pemuncak klasemen ini. Melihat hal ini, Rashford pun mengungkapkan rasa tidak puasnya terhadap timnya karena menganggap bahwa mereka bisa mencetak gol kedua.

Di halaman resmi MU, pemain timnas Inggris ini pun mengatakan jika sangat memungkinkan bagi MU untuk mencetak gol yang kedua di pertandingan tersebut. Namun sayangnya hal itu sama sekali tidak terjadi. Rashford menilai bahwa sesungguhnya intensitas dari permainan timnya ini sudah kendor memasuki babak yang kedua sehingga kesulitan dalam mencetak gol dan justru memberikan kesempatan pada lawan untuk menyamakan kedudukan. Rashford pun menambahkan pendapatnya.

Rahasia Dibalik Gol Marcus Rashford Kontra Liverpool

Dia mengatakan jika sekitar 20 menit sebelum Liverpool mencetak gol, rupanya MU telah menghentikan umpan bola yang datang dari belakang. Marcus Rashford berdalih bahwa dirinya terus mengatakan jika mereka berhenti mengumpan bola, maka itu akan memberikan kesempatan bagi tim lawan untuk memberikan tekanan pada mereka. Penyerang ini pun menilai jika kedepannya, MU sama sekali tidak boleh bermain dengan aman dan bila perlu, mereka harus terus menekan lawan.

Bagi Rashford, Setan Merah sejak dulu selalu identik dengan yang namanya sepak bola menyerang sehingga jika mereka tidak menyerang sedari awal, maka mereka akan terus bertahan dan itu pun juga tidak akan bisa bertahan lama apabila menghadapi pemain yang terbaik seperti yang mereka lakukan ketika berhadapan dengan The Reds. Dia menambahkan jika mereka harus lebih berani lagi dan optimis. Saat MU unggul 1-0, maka mereka harus lebih percaya diri lagi dalam memainkannya.

Di pertandingan kontra anak asuhan Klopp ini, Rashford menjadi pahlawan yang mencetak gol pertama bagi MU. Dia pun mengatakan rahasia dibalik kemampuannya ini dan menurutnya, gol terjadi dikarenakan ada chemistry yang tercipta dengan Daniel James. Mengandalkan proses serangan balik, rupanya Daniel James pun berlari dan memberikan umpan silang yang selanjutnya dapat dimaksimalkan dengan baik oleh Marcus Rashford. Rashford pun mengatakan jika sebelum gol ini terjadi, dirinya dan James telah kontak mata lebih dulu.

Namun memang benar jika chemistry yang terjadi ini masih awal dan belum cukup baik. Akan tetapi, Marcus Rashford yakin bahwa hal ini akan semakin baik ke depannya dan mereka kini sedang meningkatkan lagi chemistry ini karena jika mereka tidak dapat saling menemukan atau saling melihat satu dengan lainnya, maka mustahil mereka dapat mencetak gol.

Read More

Jose Mourinho Nilai Marcus Rashford Tidak Berkembang Jika Ditempatkan di Tengah

Pertandingan Manchester United kontra Liverpool kemarin cukup menyita perhatian banyak pihak termasuk bagi mantan pelatih MU, Jose Mourinho. Namun Mou lebih menyoroti permainan dan performa Marcus Rashford. Meskipun Rashford mencetak gol pada laga tersebut, namun penampilannya masih dianggap kurang maksimal menurut Mou karena sang mantan pelatih berpendapat jika mantan anak didiknya ini kurang tajam jika dijadikan sebagai penyerang tengah.

Marcus Rashford Kurang Cocok Dijadikan Penyerang Tengah

Sebenarnya sudah sejak awal musim yang lalu, begitu banyak perdebatan tentang posisi yang sebaiknya Marcus Rashford huni sehingga mampu mengeluarkan performa terbaiknya sebagai penyerang yang haus gol. Perdebatan itu muncul ketika sang penyerang sama sekali tidak mampu untuk tampil baik saat diletakkan di posisi ujung tombak ketika Anthony Martial dilanda cedera. Namun bandar darat pada pertandingan menghadapi Liverpool yang kemarin, Rashford pun diletakkan pada posisi yang berbeda.

Pemain timnas Inggris ini diletakkan pada posisi yang lebih lebar lagi dimana ia pun akhirnya berhasil untuk menjadi ancaman yang nyata bagi pertahanan Liverpool yang dikawal oleh Van Dijk. Mourinho pun yakin jika sesungguhnya mantan anak asuhnya ini sama sekali tidak cocok jika dirinya dijaikan sebagai target man. Seperti yang dilansir oleh Manchester Evening News, pelatih asal Portugal ini mengaku pernah memainkan Rashford dan juga Lukaku di bagian depat ketika kalahkan Liverpool.

Menurut pelatih yang pernah membawa Chelsea juara Liga Inggris ini, Rashford bukan target man melainkan seorang pemain yang harus bergerak. Dia mengaku jika sesungguhnya Rashford merupakan seorang pemain yang memiliki talenta begitu besar. Ia pun juga menilai jika sang striker dikatakan lebih matang daripada pemain muda seusianya. Pelatih yang memiliki julukan The Special One ini pun juga tidak merasa bahwa Rashford bukan merupakan seorang penyerang murni.

Potensi Besar yang Dimiliki Oleh Marcus Rashford Sebagai Pemain Terbaik

Bila sang pelatih meletakkan Marcus Rashford pada posisi seperti mereka berhadapan dengan Liverpool kemarin malam, maka ini merupakan posisi yang sudah pas dan sempurna bagi dirinya. Bagi Mou, Rashford dianggap sebagai pemain muda namun sarat akan pengalaman. Di usianya yang masih sekitar 21 tahun ini, dia sudah berpengalaman seperti seolah usianya adalah 24 atau 25. Mou sendiri cukup yakin bahwa sesungguhnya Rashford akan cocok jika diletakkan lebih melebar lagi.

Ia yakin bahwa sang penyerang akan kesulitan untuk mencetak gol jika diletakkan sebagai penyerang tengah. Dia memiliki potensi yang begitu baik namun hanya bisa terjadi jika dia ditempatkan pada posisi tertentu. Bila bermain sebagai seorang penyerang dengan nomor punggung sembilan, Mou cukup yakin jika sesungguhnya dia tidak mampu mencetak sebanyak 30 gol dalam semusim. Diyakini bahwa Rashford tidak mampu untuk berkembang jika dirinya ditempatkan sebagai target man.

Peran tersebut dianggap kurang cocok dan bisa jadi dia kesulitan untuk menggerakkan peran itu. Kini berkat tambahan 1 gol ke gawang Allison Becker kemarin malam, Rashford pun menjadi top skorer sementara bagi Setan Merah karena telah mencetak empat gol sejauh ini. Sang pelatih Solskjaer pun memberikan pujian yang begitu besar pada sang striker ini karena mampu tampil dengan sangat baik dan mencetak gol penentu kebangkitan MU. Sang pelatih merasa puas dengan pergerakan pemainnya. Bahkan Solksjaer pun juga mengatakan jika penampilan Rashford kemarin merupakan sebuah salah satu performa terbaiknya selama ini. Fisiknya pun juga sangat kuat dan dia percaya jika fisiknya ini mampu untuk berduel begitu baik dengan para pemain bertahan Liverpool. Marcus Rashford bahkan bisa meladeni pertahanan Van Dijk yang bertubuh lebih besar darinya.

Read More